Ternyata Taylor Switft Kalah, Ini Penyanyi Paling Digilai di Jepang

Ternyata Taylor Switft Kalah, Ini Penyanyi Paling Digilai di Jepang
Ternyata Taylor Switft Kalah, Ini Penyanyi Paling Digilai di Jepang
banner 468x60

Nagabolanews.com – Masyarakat Jepang sepertinya mulai berkurang atau semakin tak lagi menikmati-mendengarkan musik dari artis AS dan Eropa, seperti Taylor Swift.
Sebagai alternatif, lagu-lagu K-pop Korea Selatan yang memiliki nuansa serupa dengan musik Barat kini semakin disukai oleh masyarakat yang menginginkan sesuatu yang berbeda dari J-pop Jepang.

Di satu sisi, J-pop mendapatkan popularitas karena alur melodi yang menarik dan menjadi viral di media sosial yang ternyata juga menjadi tekanan bagi musisi Barat.

Read More
banner 300x250

Laporan terbaru menunjukkan, lagu-lagu Taylor Swift yang konsernya di Tokyo menarik perhatian media pada Februari lalu, ternyata tidak mendapat peringkat yang baik di Jepang.

Sebaliknya, sebagian besar anak muda yang secara demografi adalah pusat penggemar Taylor Swift di seluruh dunia, di Jepang cenderung lebih mendengarkan kelompok penyanyi perempuan alias girl band K-pop seperti NewJeans dan IVE.

“Saya sudah berhenti mendengarkan musik Barat,” kata seorang mahasiswa pascasarjana berusia 23 tahun kepada Nikkei, dikutip dari Musictimes, Sabtu (23/3/3024).

“Itu terjadi secara alami saat saya mengikuti tren.” imbuhnya. Mahasiswa ini mengaku sekarang lebih sering mendengarkan lagu K-pop saat bepergian atau di rumah.

Namun ini bukan hanya terjadi pada Taylor Swift saja.

Secara keseluruhan, tidak ada satu pun lagu Barat yang muncul di daftar tahunan 100 lagu teratas yang diputar di Jepang oleh Apple Music tahun 2023.

Menurut ringkasan tangga lagu mingguan Nikkei, musik Barat yang muncul di tangga lagu mingguan Hot 100 Billboard Jepang hanya menyumbang 0,3% pada tahun 2023, dibandingkan dengan 29,8% pada tahun 2008. Ini bahkan termasuk streaming internet dan penjualan CD.

Lagu Taylor Swift “Anti-Hero” memuncak di nomor satu di tangga lagu mingguan Billboard AS pada tahun 2022 dan 2023, tidak pernah melampaui posisi ke-34 di Jepang.

Di sisi lain, seiring dengan meningkatnya popularitas K-pop, pangsanya dalam 100 lagu teratas tahunan Jepang naik menjadi 14,2% pada tahun 2018.

Ini merupakan pertama kalinya proporsi lagu K-pop melampaui musik Barat, yakni sebesar 8,8%.

Lebih lanjut, menurut presiden perusahaan pemasaran musik Arne yang berbasis di Jepang, Ko Matsushima, lagu-lagu Jepang juga menjadi hits setelah viral di TikTok.

Lagu-lagu dari musisi seperti Yoasobi dan Ado sering kali masuk dalam daftar sepuluh besar, sementara sangat sedikit ada artis Barat yang masu dalam daftar tersebut.

Jepang masuk dalam satu negara ‘spesial’ di Asia yang didatangi Taylor Swift untuk menggelar konser Eras Tour-nya. Namun fakta yang sudah dipaparkan di atas nampaknya cukup ironis.

Hal ini juga menyoroti alasan sebenarnya Jepang mengadakan kesepakatan dengan Taylor Swift untuk mengadakan konser di sana mungkin semata-mata karena alasan ekonomi saja.

Dapat diingat bagaimana para ahli memperkirakan Eras Tour akan berdampak signifikan terhadap perekonomian Jepang.

Menurut Mitsumasa Etou, Eras Tour Taylor Swift bisa menjadi konser musik paling penting di Jepang sehubungan dengan dampak ekonomi yang diharapkan.

Bahkan diperkirakan akan menghasilkan lebih banyak uang dibandingkan salah satu festival musik terbesar di Jepang, Fuji Rock, yang menghasilkan sekitar 20 miliar yen pada tahun sebelumnya.

Source : CNBC

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *