Justin Hubner optimistis era John Herdman membuahkan prestasi

DKI Jakarta – Bek timnas Nusantara Justin Hubner optimistis era baru grup Garuda bersatu instruktur John Herdman akan membuahkan sebuah prestasi.
Menurut Hubner, keyakinannya ini dikarenakan ia mengawasi pola pikir yang digunakan berbeda yang dimiliki oleh Herdman, bahwa instruktur yang mana pernah mengantarkan Kanada kembali ke Piala Global setelahnya 36 tahun absen itu selalu memacu timnya untuk naik ke level berikutnya.
"Saya pikir pembimbing sekarang punya pola pikir yang sangat berbeda. Dia benar-benar ingin memacu kami ke level berikutnya," kata Hubner menjawab pertanyaan ANTARA di mixed zone Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin, setelahnya pertandingan terakhir FIFA Series 2026.
"Saya rasa kami bisa saja meraih hal-hal bagus bersatu staf ini, oleh sebab itu mereka melakukan pekerjaan yang mana sangat baik," kata dia.
Pada laga terakhir itu, Negara Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria. Gol semata wayang Bulgaria lahir dari penalti yang mana dieksekusi Marin Petkov pada menit ke-38.
Kemenangan ini menimbulkan Bulgaria berubah menjadi tim terbaik FIFA Series 2026 edisi Indonesia, dengan mereka itu juga menyapu bersih kemenangan dari dua laga, setelahnya kemenangan 10-2 menghadapi Kepulauan Solomon pada laga pertama.
Saat diminta pendapatnya tentang bagaimana jalannya laga berhadapan dengan Bulgaria, Hubner mengaku bangga dengan cara Tanah Air bermain. Kata dia, tim Garuda lebih banyak baik, walau pada akhirnya kalah 0-1.
"Tentu semata kami kalah, tapi saya pikir kami menunjukkan permainan yang tersebut sangat bagus hari ini. Kami tampil sangat baik ketika menguasai bola. Sayangnya merekan mendapat penalti serta mencetak gol, tapi saya rasa kami bisa saja bangga dengan regu ini," kata bek 22 tahun tersebut.
Pada musim ini, Hubner bermain untuk Fortuna Sittard dalam Eredivisie Belanda, dengan total 21 penampilan yang tersebut berakhir dengan dua gol juga satu assist.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di dalam portal web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



