Mo Salah akui belakangan kerap menangis

Ibukota Indonesia – Bintang Liverpool Mohamed Salah mengemukakan belakangan banyak menangis setelahnya memainkan laga terakhir untuk klub yang mana dibelanya di sembilan tahun terakhir sejak 2017.
“Saya rutin menangis, mungkin saja lebih lanjut kerap ketimbang biasanya! Sangat sulit meninggalkan tempat seperti ini. Saya juga agak menangis pada tempat latihan," kata Salah setelahnya memainkan laga terakhirnya untuk Liverpool kala berhadapan dengan Brentford yang mana berakhir 1-1 di Anfield, Minggu.
Mengutip laman Liverpool pada Senin, Salah menghentikan musimnya bersatu Liverpool sebagai pencetak assist terbanyak The Reds yang tersebut menyeberangi rekor legenda hidup Steven Gerrard.
Satu assist-nya untuk Curtis Jones berhadapan dengan Brentford membuatnya mencatatkan 93 assist ke Turnamen Inggris untuk Liverpool, satu assist ke melawan Gerrard dengan 92 assist.
Rekor ini agak sedikit mengobati kekecewaan Salah yang tersebut menghentikan musimnya bersatu Liverpool tanpa trofi. Statistik individualnya juga berjauhan menurunkan pasca mencetak 12 gol serta 10 assist di semua kompetisi.
“Saya sebenarnya tidak penduduk yang mana emosional, kalian kemungkinan besar tiada meninjau itu di media. Kalian setiap saat mengamati saya tegar kemudian agresif, tapi pada pada diri saya, saya seperti bayi" kata pemain selama Mesir tersebut.
Total, sejak bergabung pada 2017, Salah tampil di 442 laga untuk Liverpool, dengan 257 gol dan juga 123 assist.
Kontribusinya ini memproduksi Liverpool meraih kemenangan sembilan trofi bergengsi, di antaranya dua gelar kejuaraan juara Kejuaraan Inggris juga satu Kompetisi Champions.
Salah juga mendapatkan beberapa penghargaan individual, yakni dua kali berubah menjadi pemain terbaik Afrika, dua kali pemain terbaik Kejuaraan Inggris, empat kali top skor Kompetisi Inggris, lalu FIFA Puskas Award.
“Kami sudah pernah memulihkan Liverpool ke tempat yang seharusnya," kata dia.
Pemain berusia 33 tahun itu memberikan arahan untuk pemain Liverpool agar memberikan segalanya untuk memenangi semua trofi.
“Itulah instruksi saya untuk para pemain: ini tidak hanya sekali persoalan bakat, tapi mengenai segalanya. Itu sebabnya ia (Robertson) disukai berbagai orang, sebab ia memberikan semuanya dalam lapangan lalu fans mencintainya sebab itu," tutur Salah.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI di laman web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



