Nasib Kylian Mbappe Mirip Cristiano Ronaldo, Jadi Sasaran Kritik di Real Madrid
Nagabolanews – Rafael van der Vaart menilai kritik yang diarahkan kepada Kylian Mbappe di Real Madrid sudah berlebihan. Mantan gelandang Los Blancos itu bahkan menyebut penyerang Prancis tersebut mengalami situasi yang mirip dengan Cristiano Ronaldo saat masih bermain di Santiago Bernabeu.
Sejak bergabung dari PSG, Mbappe menjadi pusat perhatian di Real Madrid. Meski mampu mencetak banyak gol, ia tetap menghadapi sorotan terkait pengaruhnya terhadap keseimbangan permainan tim.
Sebagian pihak bahkan menilai kepergian Mbappe justru membuat PSG menjadi tim yang lebih kuat. Anggapan tersebut muncul setelah raksasa Prancis itu meraih kesuksesan tanpa lagi bergantung pada satu bintang utama.
Van der Vaart tidak sependapat dengan pandangan tersebut. Ia menilai Mbappe justru menjadi sosok yang menanggung tekanan terbesar ketika tim mengalami kegagalan.
Mbappe Dinilai Tidak Layak Dicap Arogan

Van der Vaart menyoroti berbagai kritik yang muncul setelah Mbappe meninggalkan PSG dan bergabung dengan Real Madrid. Sebagian pihak menilai keberhasilan PSG setelah kepergiannya menjadi bukti bahwa sang pemain adalah sumber masalah.
Mantan pemain timnas Belanda itu tidak sepakat dengan anggapan tersebut. Ia menilai Mbappe justru memikul tekanan yang sangat besar sebagai bintang utama dalam sebuah tim.
“Ketika orang-orang mengatakan Mbappe arogan, itu membuat saya sedikit kesal. Orang-orang juga berbicara sekarang karena PSG memenangkan dua gelar Liga Champions,” ujar Van der Vaart.
“Semua orang berkata, ‘Ya, sekarang terlihat bahwa dia adalah masalahnya’. Jangan salah, PSG memiliki banyak pemain bagus, tetapi tidak ada satu pun bintang dunia yang absolut. Dia adalah bintang dunia di klub itu.
“Ketika Anda bermain dengan pemain seperti dia, pemain bagus lainnya sedikit bersembunyi. Dia berada di bawah tekanan dan dia yang disalahkan ketika PSG tidak menang,” kata Van der Vaart.
Mbappe Mengalami Situasi yang Pernah Dialami Ronaldo

Van der Vaart melihat ada kemiripan antara kondisi Mbappe saat ini dan era Cristiano Ronaldo di Real Madrid. Ia pernah bermain bersama Ronaldo dan memahami bagaimana kehadiran seorang megabintang memengaruhi dinamika tim.
Menurutnya, para pemain sering kali terlalu bergantung kepada satu sosok sehingga permainan tim menjadi kurang seimbang. Situasi itu disebutnya pernah terjadi saat Ronaldo berada di Santiago Bernabeu.
“Anda tahu, di klub besar seperti Real Madrid, semua orang dikritik secara berlebihan. Ketika Ronaldo bermain di sana dan saat tim tidak menang, dia juga selalu disalahkan,” ungkap Van der Vaart.
“Tetapi yang saya perhatikan ketika bermain di sana adalah tidak baik hanya memiliki satu bintang besar. Saya seorang nomor 10, dan ketika memegang bola mungkin ada opsi yang lebih baik, tetapi jika Ronaldo berada di kiri, saya dan semua orang akan memberikan bola kepadanya.
“Itu tidak baik. Sulit memiliki bintang besar di tim, tetapi Anda harus mengelolanya karena pada akhirnya Ronaldo mencetak 60 gol per musim dan Mbappe melakukan hal yang sama,” lanjut Van der Vaart.
Van der Vaart Sebut Mbappe Pemain Terbaik Real Madrid Musim Lalu

Meski terus dikritik, Mbappe tetap mampu menjadi ancaman utama bagi lawan-lawan Real Madrid. Namun, sebagian suporter masih belum sepenuhnya puas dengan kontribusinya secara keseluruhan.
Van der Vaart justru menilai masalah utama Real Madrid musim lalu bukan berada pada Mbappe. Ia menegaskan bahwa pemain Prancis itu tampil lebih baik dibandingkan rekan-rekan setimnya.
“Sekarang dia pergi dan mereka berbagi tekanan itu. Itu jauh lebih mudah bagi mereka dibanding saat bersamanya. Dia selalu mencetak banyak gol, sama seperti yang dia lakukan di Real Madrid,” tutur Van der Vaart.
“Dia memikul tekanan untuk mencetak gol. Para penggemar Real Madrid terus mengkritiknya dan saya tidak tahu alasannya. Dia jauh menjadi pemain terbaik mereka musim lalu. Pemain Real Madrid lainnya tidak cukup bagus musim lalu.
“Dia terus mencetak gol, tetapi bayangkan jika Anda terus berusaha dan selalu menjadi yang terbaik, itu pasti berat. Saya selalu frustrasi karena sangat mudah mengatakan Mbappe bukan apa-apa, padahal itu sama sekali tidak benar,” tegas Van der Vaart.



