Laga Yang Akan Menentukan Nasib Perjuangan Timnas Garuda di Piala AFF 2026, 7 Agustus (Grup A)

Ditilik dari hampir semua aspek, kualitas kekuatan timnas Indonesia dan Singapura relatif berimbang. Bahkan data statistik pertemuan di berbagai ajang memperlihatkan Indonesia lebih unggul dibanding Singapura.
Pada 17 Januari 2007, timnas Indonesia pertama kali berlaga kontra Singapura di Stadion Jalan Besar. Pertandingan di fase grup Piala AFF 2007 itu berakhir imbang (2-2). Singapura adalah juara Piala AFF 2007. Indonesia saat itu gagal di fase grup.
Timnas Indonesia versus Singapura sudah bertemu 60 kali di berbagai ajang sepanjang sejarah. Indonesia unggul dengan 31 kemenangan. Singapura 18 kali menang dan 11 laga imbang.
Dalam lima pertemuan terakhir, Indonesia unggul dengan tiga kemenangan. Singapura menang sekali. Satu laga lainnya berakhir imbang.
Artinya, dengan statistik pertemuan kedua tim sepanjang masa, sangat cukup alasan bagi pasukan timnas Garuda untuk bertarung penuh percaya diri. Laga sepakbola level tinggi seperti Piala AFF 2026 tidak akan pernah cukup hanya dengan mengandalkan keunggulan teknis.
Kita belum bisa membayangkan timnas Garuda bakal gagal untuk keenam kalinya di babak penyisihan grup Piala AFF sejak 1996. Indonesia sudah lima kali gagal di fase grup sepanjang Piala AFF (2007, 2012, 2014, 2018, dan 2024).
Kita juga tidak pernah berharap John Herdman akan jadi pelatih timnas Garuda keenam yang gagal di babak grup Piala AFF. Setelah Peter Withe (2007), Nilmaizar (2012), Alfred Riedle (2014), Bima Sakti (2018), dan Shin Tae-yong (2024). Atau pelatih asal Inggris kedua setelah Peter Withe.



