Daihatsu tingkatkan kemitraan dengan pemasok serta UKM

Ibukota (ANTARA) – PT Astra Daihatsu Motor (ADM) menyatakan bahwa pada dua tahun terakhir perusahaan telah dilakukan meningkatkan kemitraan dengan pemasok juga pelaku usaha kecil juga menengah (UKM) untuk menggalang proses produksi.
"Dalam pencapaian dua tahun terakhir kami, dari 2023 hanya sekali ada 1.600 supplier lalu 600 UKM, tapi, teman-teman lihat kami sekarang telah ada 1.700 supplier dan juga penambahannya 100 UKM," kata Direktur Pemasaran serta Direktur Komunikasi Organisasi PT ADM Sri Agung Handayani.
Usai perayaan produksi kendaraan Diahatsu kesembilan jt di area Sunter, DKI Jakarta Utara, hari terakhir pekan (22/8), ia menyampaikan bahwa tambahan 100 UKM mitra tersebar dalam sebagian daerah.
"Dari 100 ini UKM-nya itu di area seluruh tier (rantai pasok). Tier satu, dua, serta tiga. Berarti kita melakukan penyebaran tidak sekadar di tempat Jakarta, Karawang, tapi kita juga sudah ada melakukan sampai dalam wilayah lain," ia menjelaskan.
Wilayah lain yang mana ia maksud mencakup tempat seperti Tegal, Surabaya, juga Jombang.
Peningkatan kemitraan perusahaan dengan pemasok juga UKM mendatangkan tambahan prospek kerja serta perniagaan di dalam daerah-daerah tersebut.
Baca juga: Daihatsu produksi sembilan jt kendaraan di tempat Indonesia sejak 1978
Dengan dukungan dari para pemasok dan pelaku UKM, PT ADM telah memproduksi sembilan juta unit kendaraan sejak mulai beroperasi di tempat Indonesia tahun 1978 sampai sekarang.
Kendaraan kesembilan jt yang tersebut diproduksi adalah Daihatsu Terios, yang digunakan dibuat di dalam Sunter Assembly Plant, DKI Jakarta Utara.
Daihatsu sudah memiliki enam sarana produksi dan juga prasarana penunjang seperti kantor pusat, pusat riset lalu pengembangan, pusat suku cadang, pusat logistik kendaraan di area Indonesia.
Fasilitas produksi Daihatsu menurut perusahaan dapat memproduksi hingga 530.000 unit kendaraan per tahun.
Baca juga: Penjualan Daihatsu naik 12 persen pada awal semester II 2025
Baca juga: Xpeng serahkan mobil pertama yang dimaksud diproduksi dalam Indonesia