Direktur Persis Solo ungkapkan permintaan maaf

DKI Jakarta – Direktur Persis Solo Ginda Ferachtriawan menyampaikan permintaan maaf setelahnya kelompok yang dimaksud berjuluk Laskar Sambernyawa yang disebutkan dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dikutip dari laman resmi klub, Minggu, Ginda menyadari bahwa kekecewaan suporter adalah cerminan dari kegagalan dia di memenuhi ekspektasi juga merawat kebanggaan kota ini.
"Saya tak memohonkan kalian untuk melupakan rasa sakit ini — simpanlah, lalu jadikan itu material bakar bagi kita semua untuk kembali ke tempat yang dimaksud seharusnya," tulis Ginda.
Ginda mengemukakan bahwa dirinya tak pernah meragukan loyalitas kemudian kontribusi suporter untuk Persis Solo sehingga momen sulit ini berubah menjadi momen untuk merekatkan lebih banyak kuat lagi.
Dia menambahkan pihaknya bertanggung jawab masalah ini juga melaporkan segala dinamika yang mana terbentuk pemilik dan juga mereka itu berjanji segala partisipasi dari suporter tak akan sia-sia.
Ia menegaskan Persis Solo akan segera berbenah serta memperbaiki pondasi yang kurang bagus hingga merek diperlukan bekerja dua kali lebih lanjut keras jika dibandingkan dengan sebelumnya.
"Setelah kompetisi usai, kami bukan akan mengambil jeda panjang kemudian dengan segera mempersiapkan diri untuk melakukan restrukturisasi pada semua lini," kata Ginda.
Ginda menambahkan bahwa momen ini evaluasi menyeluruh pada jajaran staf kepelatihan, ofisial dan juga staf agar sanggup segera merancang grup mulai Juni nanti.
"Kita jatuh bersatu hari ini, namun dengan dukungan kalian, saya yakin kita akan bangkit serta kembali dengan mentalitas yang tersebut terpencil lebih lanjut kuat," katanya.
Persis Solo dipastikan terdegradasi dari kasta tertinggi BRI Super League 2025/2026 pasca harus puas berada dalam peringkat ke-16 klasemen sementara dengan 34 poin dari 34 pertandingan.
Meski memiliki poin sejenis dengan PSM Makassar yang dimaksud berada dalam kedudukan aman terbawah, namun Persis Solo kalah head to head dengan Juku Eja sehingga harus terdegradasi ke Championship musim depan.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan ke website web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



