Sepak bola

Kepelatihan Chelsea: Kami terlalu tidak ada konsisten musim ini

Ibukota Indonesia – Pembimbing sementara Chelsea Callum McFarlane mengakui buruknya musim ini adalah sebab kurang konsistennya penampilan The Blues.

Inkonsistensi penampilan Chelsea berakhir pada kegagalan merekan bermain dalam kompetisi Eropa musim depan setelahnya finis sikap 10 klasemen Kejuaraan Inggris dengan 52 poin.

“Kami seharusnya finis berjauhan lebih tinggi lebih tinggi ke klasemen. Dengan kualitas pemain yang tersebut kami miliki, kami seharusnya berada ke Kompetisi Champions. Kami terlalu tidaklah konsentris musim ini lalu pada akhirnya itu merugikan kami," kata McFarlane, diambil dari laman resmi Chelsea, Senin.

Kegagalan Chelsea menembus kompetisi Eropa lantaran kekalahan 1-2 yang digunakan dia derita dari tuan rumah Sunderland pada laga terakhir.

Kekalahan dari Sunderland merupakan laga tanpa kemenangan kedelapan yang tersebut dialami The Bules pada sembilan laga terakhirnya pada liga. Dari sembilan laga terakhir ini, penampilan terbaik Chelsea adalah meraih kemenangan 2-1 menghadapi Tottenham Hotspurs, pasukan yang dimaksud hampir degradasi musim ini.

Pada akhirnya, McFarlane mengakui timnya memang benar tidak ada cukup baik untuk mendapatkan hasil yang digunakan dibutuhkan dalam Stadium of Light. Kendati demikian, ia kekal memuji usaha dan juga komitmen para pemain selama dirinya menjadi pembimbing temporer sebelum kursi instruktur kepala diserahkan terhadap Xabi Alonso musim depan.

“Suasana di dalam ruang ganti jelas penuh kekecewaan,” kata dia. “Kami ingin menang hari ini juga memaksimalkan situasi yang digunakan buruk dengan lolos ke Kompetisi Europa," kata dia.

Sementara itu, kemenangan ini menegaskan Sunderland yang mana berstatus sebagai pasukan iklan musim ini, finis ke tempat ketujuh klasemen akhir Turnamen Inggris dengan koleksi 54 poin, sekaligus menyegel tiket bermain di Turnamen Europa musim depan.

Liga Europa merupakan kompetisi Eropa pertama untuk Sunderland setelahnya tak bermain dalam kompetisi pada benua biru ini selama lebih besar 50 tahun.

Sebagai pelatih, Regis le Bris mengutarakan tiket bermain di Eropa adalah wujud ambisius klub yang digunakan mempertahankan performa apiknya setelahnya promosi, khususnya pada empat laga terakhir yang diakhiri tanpa kekalahan, dengan dua di antaranya berakhir kemenangan.

"Rasanya luar biasa serta ini menunjukkan bahwa kami mempertahankan standar lebih tinggi kami hingga akhir. Tiga atau empat pertandingan terakhir menunjukkan bahwa kami masih ambisius, itu fantastis," kata Le Bris, instruktur dengan syarat Prancis tersebut.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles

Back to top button