Pemain timnas Kanada sebut John Herdman adalah instruktur kaya taktik

Ibukota Indonesia – Pemain timnas Kanada, Jonathan David, menyampaikan mantan pelatihnya yang digunakan pada masa kini melatih timnas Indonesia, John Herdman, sebagai sosok ahli yang digunakan kaya taktik.
David, yang tersebut diberikan debut dalam timnas Kanada oleh Herdman pada September 2018, mengutarakan mantan pelatihnya itu selalu punya segudang rencana ke setiap pertandingan, tergantung siapa lawan yang digunakan dihadapi.
“Ia terus-menerus tahu apa yang harus diwujudkan lalu mempunyai taktik yang dimaksud berbeda untuk setiap pertandingan,” kata pemilik 37 gol untuk timnas Kanada yang digunakan sekarang membela Juventus itu, dari informasi resmi yang diberikan oleh PSSI, Senin.
Herdman menunjukkan ia bukanlah tipe ahli yang digunakan terpukau pada satu pola. Saat menangani timnas Kanada, ia justru memiliki target timnya bermetamorfosis menjadi yang digunakan paling fleksibel di CONCACAF. Alih-alih terkunci di satu filosofi misalnya penguasaan bola, serangan balik cepat, atau pressing tinggi, Kanada malah tampil layaknya "bunglon" sebab mampu menyesuaikan strategi sesuai permintaan pertandingan.
Fleksibilitas itu tercermin pada pilihan formasi. Herdman kerap berpindah dari 3-4-2-1, 4-4-2, 3-5-2, hingga 4-2-3-1, bahkan berganti kerangka di dalam berada dalam laga.
“Kami senantiasa mencoba menyadari rangka lalu adaptasi seperti apa yang tersebut mampu menciptakan kekacauan terbesar untuk lawan,” kata Herdman via Onesoccer.
“Banyak ahli mengemukakan sulit mempersiapkan taktik bertarung dengan Kanada, sebab kami seperti bunglon: satu pertandingan bermain 3-4-3, pertandingan berikutnya 5-3-2, sesudah itu berikutnya 4-4-2 box,” kata ia menambahkan.
Brandon Liss, analis teknik Toronto FC, pernah memberi kesaksian persoalan Herdman. Menurutnya, Toronto tampil dengan gaya menyerang yang tersebut beragam, seperti kadang berorientasi penguasaan bola, kemudian dalam momen lain lebih lanjut sabar serta memukul lewat serangan balik.
Pendekatan yang dikerjakan Herdman bukanlah tanpa alasan. Herdman terus-menerus memulai pekerjaannya dari pemahaman terhadap pemain. Di Kanada, ia berbicara dengan lebih banyak dari 40 pemain untuk menggali motivasi, identitas, lalu tujuan. Dari sana ia memulai pembangunan fondasi kepercayaan, rasa aman, lalu kultur kerja kolektif. Setelah mentalitas tim terbentuk, tahap berikutnya adalah merancang fleksibilitas taktik.
Pendekatan yang digunakan dijalankan Herdman di dalam Kanada menyebabkan negara ini bermain ke Piala Global 2022 Qatar, Piala Planet pertama untuk dia setelahnya penanti 36 tahun.
“Kami melatih beberapa formasi berbeda yang bisa jadi kami ubah di dalam berada dalam pertandingan atau antarpertandingan. Dampaknya, lawan sulit membaca kami,” ujar instruktur 50 tahun jika Inggris itu, dikutipkan dari CoachesVoice.
Herdman juga terus-menerus mempunyai penduduk kepercayaan khusus untuk mengawal budaya juga kesegaran mental pemain. Dengan sumber daya khusus itu Herdman menjalankan rencana budaya agar semangat regu selalu bergerak menuju tujuan berubah menjadi yang terbaik.
Pengalaman menghadapi tim-tim Asia juga menjadi modal penting bagi Herdman ketika nanti mulai menangani timnas Indonesia, dengan jadwal terdekat menjalani FIFA Series pada bulan Maret nanti.
Saat mengatur Kanada U-23 serta tim senior, ia mencatat hasil positif berjuang melawan lawan Asia dengan pendekatan formasi yang mana bervariasi pada uji coba internasional.
Kanada bermain imbang 1-1 menghadapi Negeri Matahari Terbit U-21 dengan pola 4-4-2 dengan dua gelandang bertahan, tak lama kemudian menang 2-0 berhadapan dengan Qatar lewat 4-2-3-1, dilanjutkan seri 2-2 kontra Bahrain dengan 3-5-2, kemudian menaklukkan Jepun 2-1 menggunakan 4-4-2. Hasil yang dimaksud menunjukkan kecakapannya menyesuaikan rencana permainan dengan karakter lawan.
Karakter fleksibel inilah yang mana dinilai sejalan dengan profil pemain Indonesia, yaitu cepat, dinamis, kemudian kuat di transisi. Dengan materi pemain yang mana lincah ke sayap, agresif pada duel, juga mampu bermain di tempo tinggi, Herdman dipandang punya ruang besar untuk mengeksplorasi variasi skema tanpa membatasi diri pada satu sistem.
Sementara itu, pemain timnas Kanada lainnya, Kamal Miller, memandang Herdman sebagai sosok ahli yang mahir mendirikan chemistry pada pasukan yang mana ia latih.
"Dia sangat mahir pada merancang chemistry regu serta rendah hati. Ada banyak instruktur yang tampak ingin terlihat lebih tinggi besar daripada timnya, tetapi ia selalu memberikan penghargaan terhadap pemain serta mempersiapkan dengan sangat detail untuk setiap pertandingan,” kata pemain Portland itu, seperti dikutipkan dari FIFA.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Artificial Intelligence di web web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



