Penunjukan Herdman dinilai strategis bangun sepak bola

Ibukota – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengkaji penunjukan John Herdman sebagai instruktur baru timnas Negara Indonesia oleh PSSI adalah langkah strategis yang digunakan mencerminkan keseriusan memulai pembangunan arah baru sepak bola nasional yang tersebut lebih banyak profesional, terukur, dan juga berkelanjutan.
Hetifah memaparkan rekam jejak internasional Herdman, salah satunya keberhasilan menyebabkan kelompok nasional putra juga putri Kanada tampil di Piala Dunia, bermetamorfosis menjadi modal penting di upaya meningkatkan prestasi sepak bola Indonesia.
“John Herdman diharapkan tiada belaka menghadirkan peningkatan prestasi jangka pendek, tetapi juga meletakkan fondasi pembinaan sepak bola nasional yang mana kokoh serta sistemik,” kata Hetifah pada pernyataan tertulis, Minggu.
Komisi X berharap kepemimpinan Herdman menggalakkan peningkatan kualitas permainan, kedisiplinan taktik, dan juga mental berlaga pemain tim nasional di semua level kompetisi.
Namun Hetifah menekankan peningkatan prestasi harus didukung oleh pendekatan pembinaan jangka panjang yang tersebut tegas juga terencana.
Komisi X mencatat beberapa orang hal penting yang perlu berubah jadi perhatian pembimbing baru.
Pertama, regenerasi serta pembinaan pemain muda harus berubah menjadi prioritas utama guna menegaskan kesinambungan pasukan nasional, tidak sekadar mengandalkan pemain siap pakai.
Kedua, tahapan pemilihan pemain harus diwujudkan secara objektif serta adil, baik terhadap pemain lokal maupun masyarakat migran yang berkarier pada luar negeri, dengan parameter teknis yang tersebut jelas dan juga transparan.
Ketiga, sinergi antara tim nasional, klub-klub lokal, juga sistem kompetisi nasional dinilai mutlak diperlukan.
Keempat, pencarian juga pembinaan bakat secara inklusif hingga ke daerah-daerah perlu diperkuat agar pengembangan sepak bola nasional tidak ada terpusat pada wilayah tertentu.
Komisi X juga mengingatkan padatnya program kelompok nasional sepanjang 2026 tak memacu orientasi pada hasil instan semata.
Evaluasi kinerja pembimbing lalu tim, kata Hetifah, harus diwujudkan secara objektif, berbasis proses, dan juga berorientasi pada penguatan biosfer sepak bola nasional.
“Sepak bola Nusantara membutuhkan tambahan dari sekadar kemenangan. Yang dibutuhkan adalah sistem yang dimaksud kuat, visi jangka panjang, serta komitmen bersatu untuk berprogres secara konsisten,” pungkas Hetifah.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



