PSIM kalahkan Semen Padang, Van Gastel kritik “finishing” timnya

Ibukota Indonesia – Pelatih kepala PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel mengoreksi finishing atau penyelesaian akhir timnya ketika menang satu-nol berperang melawan Semen Padang pada laga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026 ke Stadion Sultan Agung Bantul, Mingg.
PSIM mendapatkan sejumlah potensi pada laga itu, namun kemenangan mereka hanya saja dihasilkan dari satu gol penalti yang mana dicetak oleh Ze Valente pada menit ke-64.
“Pertama-tama bagi saya ini persoalan teknik menembak ke gawang. Anda harus mencoba menembak tepat sasaran (on target). Saya rasa, kami harus berbenah ke bagian itu,” kata ahli jika Belanda itu, disitir dari laman resmi PSIM, Senin.
“Kami melatih ini di latihan. Anda harus mencoba menembak tepat sasaran oleh sebab itu apabila tak gol, kemungkinan besar ada bola rebound atau scrimmage (perebutan bola pada depan gawang)," tambah dia.
Senada dengan sang pelatih, pemain PSIM Jogja, Rio Hardiawan, merasakan beratnya tekanan di pertandingan tersebut. Ia menyimpulkan tantangan terbesar datang dari diri sendiri.
“Saya rasa pertandingan tadi cukup berat bagi kami. Menurut saya, tadi bukanlah belaka tentang bertarung dengan Semen Padang, tetapi berperang melawan diri kami sendiri untuk tampil lebih tinggi baik serta mencari momen mencetak gol,” kata Rio, yang digunakan mencatatkan pertandingan ketujuhnya dengan Laskar Mataram musim ini.
Pertandingan berlangsung dengan tempo besar sejak menit awal sesi pertama dimana kedua grup saling jual beli serangan. Namun, hingga peluit turun minum berbunyi, skor kacamata masih menghiasi papan skor.
Kebuntuan akhirnya terpecahkan ketika memasuki fase kedua pertandingan pasca PSIM berhasil mendapatkan keuntungan penalti pada menit ke-64. Ze Valente yang progresif sebagai algojo, berhasil mengeksekusi tendangan penalti, kendati arah bolanya ditebak oleh kiper Semen Padang, Arthur Augusto.
Keunggulan satu gol tanpa balas ini kemudian bertahan hingga pertandingan selesai. Ini adalah adalah kemenangan pertama PSIM setelahnya tiga laga terakhir tanpa mendapatkan tiga poin kala menghadapi Persija Jakarta, Persijap Jepara, serta PSBS Biak.
“Ini adalah pertandingan yang digunakan sangat sulit bertarung dengan musuh yang digunakan sedang berjuang untuk bertahan ke liga tertinggi. Mereka bertahan sangat pada serta itu sulit bagi kami untuk dikalahkan,” kata Van Gastel.
Tambahan tiga poin ini menciptakan Laskar Mataram menghuni peringkat keenam klasemen sementara dengan 27 poin. Pada laga selanjutnya, merekan akan melakoni laga tandang kontra Madura United, Hari Sabtu (10/1) pukul 19.00 WIB.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di portal web ini tanpa izin tertoreh dari Kantor Berita ANTARA.



