5 Pemain yang Wajib Bangkit Musim Ini Setelah Performa Mengecewakan

Setiap musim sepak bola selalu menghadirkan cerita berbeda. Ada pemain yang tampil di luar ekspektasi dan menjelma menjadi bintang baru, tetapi ada pula yang justru mengalami penurunan performa. Cedera, perubahan pelatih, adaptasi taktik, hingga tekanan besar dari publik menjadi beberapa faktor yang membuat seorang pemain gagal menunjukkan kualitas terbaiknya.
Memasuki musim 2026/2027, sejumlah nama besar kini berada di persimpangan karier. Mereka masih memiliki kualitas kelas dunia, namun membutuhkan musim yang luar biasa untuk membungkam kritik sekaligus mengembalikan reputasi sebagai pemain elite.
Berikut lima pemain yang dinilai wajib bangkit musim ini.
1. Phil Foden (Manchester City)
Phil Foden pernah digadang-gadang sebagai penerus generasi emas Manchester City. Namun dalam satu musim terakhir, performanya dinilai jauh dari standar yang biasa ia tunjukkan.
Kontribusi gol dan assist mengalami penurunan, sementara pengaruhnya dalam permainan juga tidak lagi dominan. Persaingan ketat di lini depan Manchester City membuat Foden harus bekerja lebih keras untuk mengamankan tempat di starting XI.
Bahkan, performa yang kurang konsisten membuatnya kehilangan momentum di level internasional. Menjelang musim baru, Foden dituntut kembali menjadi pemain kreatif yang mampu menciptakan perbedaan dalam pertandingan besar.
2. Marcus Rashford
Marcus Rashford pernah menjadi ikon kebangkitan Manchester United berkat produktivitas golnya. Namun beberapa musim terakhir kariernya mengalami pasang surut.
Kepercayaan diri yang menurun, inkonsistensi penyelesaian akhir, hingga berbagai perubahan dalam sistem permainan membuat Rashford kesulitan menemukan performa terbaiknya.
Musim 2026/2027 menjadi kesempatan emas baginya untuk membuktikan bahwa dirinya masih layak disebut sebagai salah satu penyerang terbaik Inggris. Kecepatan dan kemampuan menusuk dari sisi kiri masih menjadi senjata utama yang bisa kembali diandalkan apabila ia mampu menemukan ritme permainannya.
3. Darwin Núñez (Liverpool)
Sejak bergabung dengan Liverpool, Darwin Núñez selalu menjadi pemain yang memunculkan perdebatan. Di satu sisi ia memiliki kecepatan, tenaga, dan kemampuan membuka ruang yang luar biasa. Namun di sisi lain, efektivitas penyelesaian akhirnya masih sering dipertanyakan.
Musim lalu, Núñez beberapa kali gagal memanfaatkan peluang emas yang seharusnya berbuah gol. Hal tersebut membuat posisinya sebagai penyerang utama mulai mendapat tekanan dari pemain lain.
Jika mampu meningkatkan ketenangan di depan gawang, Núñez berpotensi kembali menjadi salah satu striker paling berbahaya di Premier League.
4. João Félix
João Félix merupakan salah satu talenta paling berbakat yang dimiliki Portugal. Namun hingga kini ia belum benar-benar mampu memenuhi ekspektasi besar yang melekat sejak awal karier profesionalnya.
Perpindahan klub, perubahan pelatih, dan kesulitan menemukan posisi ideal membuat performanya terus naik turun.
Musim baru bisa menjadi titik balik bagi Félix apabila ia mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih dan dimainkan pada peran yang sesuai dengan karakter permainannya. Dengan kreativitas, teknik tinggi, dan visi bermain yang dimiliki, ia masih memiliki peluang besar untuk kembali bersinar di level tertinggi.
5. Matthijs de Ligt
Sebagai bek yang pernah disebut sebagai calon bek terbaik dunia, Matthijs de Ligt menghadapi musim yang tidak mudah. Cedera dan masalah kebugaran membuatnya kehilangan kontinuitas bermain, sehingga performanya ikut menurun. Menjelang musim 2026/2027, ia disebut berpeluang memberikan dampak besar apabila mampu kembali ke kondisi terbaiknya.
De Ligt sebenarnya masih memiliki kualitas bertahan yang sangat baik. Ia unggul dalam duel udara, pembacaan permainan, dan kepemimpinan di lini belakang.
Apabila mampu menjalani musim tanpa gangguan cedera, bek asal Belanda tersebut berpotensi kembali menjadi salah satu bek tengah terbaik di Eropa.
Apa yang Harus Mereka Perbaiki?
Kelima pemain di atas memiliki tantangan yang berbeda-beda, tetapi ada beberapa faktor yang menjadi kunci kebangkitan mereka.
Pertama, konsistensi. Pemain top tidak hanya tampil bagus dalam satu atau dua pertandingan, tetapi mampu mempertahankan performa sepanjang musim.
Kedua, kebugaran. Cedera menjadi musuh utama pesepak bola profesional. Menjaga kondisi fisik akan sangat menentukan jumlah menit bermain dan kontribusi mereka bagi tim.
Ketiga, kepercayaan diri. Banyak pemain mengalami penurunan performa bukan karena kehilangan kemampuan, melainkan karena kehilangan rasa percaya diri setelah melewati periode sulit.
Selain itu, dukungan pelatih dan sistem permainan yang sesuai juga akan sangat memengaruhi performa seorang pemain.
Musim Penentuan
Musim 2026/2027 dapat menjadi titik balik bagi banyak pemain yang sempat mengalami penurunan performa. Klub-klub besar membutuhkan kontribusi maksimal dari para bintangnya untuk bersaing memperebutkan gelar liga maupun trofi Eropa.
Bagi Phil Foden, ini adalah kesempatan untuk kembali menjadi motor serangan Manchester City. Marcus Rashford harus membuktikan bahwa dirinya masih mampu tampil sebagai penyerang kelas dunia. Darwin Núñez dituntut lebih tajam di depan gawang, sementara João Félix membutuhkan stabilitas agar bakat besarnya benar-benar terlihat.
Di sisi lain, Matthijs de Ligt memiliki peluang besar untuk mengembalikan reputasinya sebagai salah satu bek terbaik dunia apabila mampu menjalani musim tanpa kendala cedera.
Kesimpulan
Sepak bola selalu memberikan kesempatan kedua bagi pemain-pemain hebat. Performa buruk dalam satu musim bukan berarti kualitas mereka menghilang. Dengan kerja keras, kondisi fisik yang prima, dan kepercayaan penuh dari pelatih, kelima pemain tersebut memiliki peluang besar untuk bangkit dan kembali menjadi pembeda bagi klub masing-masing.
Musim 2026/2027 pun akan menjadi pembuktian apakah mereka mampu menjawab kritik atau justru semakin tenggelam di tengah ketatnya persaingan sepak bola Eropa.


