Sepak bola

8 Aturan Baru BRI Super League 2026/2027: Pergantian Pemain Kini Wajib 10 Detik!

NagabolaNews – Sejumlah perubahan dalam Laws of the Game (LOTG) akan diterapkan di Liga Indonesia 2026/2027.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, memaparkan delapan poin aturan baru di BRI Super League dan Championship dalam Refereeing Workshop for Media di Kantor I.League, Jakarta Selatan, pada Kamis (3/9/2026).

Perubahan tersebut mencakup berbagai situasi dalam pertandingan, dari prosedur pergantian pemain, penanganan pemain cedera, hingga aturan mengenai lemparan ke dalam dan tendangan gawang.

Regulasi terkait VAR, peralatan pemain, advantage, perilaku pemain, serta pelanggaran keras juga mengalami penekanan dalam penerapan aturan terbaru.

Satu di antara perubahan terdapat pada prosedur pergantian pemain yang tercantum dalam Law 3 tentang Players.

Pemain yang hendak digantikan diwajibkan meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal sepuluh detik setelah papan pergantian pemain ditunjukkan oleh ofisial pertandingan.

Pemain tersebut diarahkan keluar melalui garis batas lapangan yang paling dekat, kecuali terdapat alasan tertentu seperti cedera atau faktor keselamatan.

Untuk lima detik terakhir, wasit akan melakukan hitungan mundur secara visual dengan mengangkat tangan dan dapat disertai hitungan suara apabila diperlukan.

Jika pemain yang digantikan terlambat meninggalkan lapangan, pemain pengganti harus menunggu sedikitnya satu menit dalam waktu berjalan sebelum diperbolehkan masuk.

Perubahan Lainnya

Pemain pengganti baru bisa masuk setelah mendapat izin wasit pada penghentian permainan pertama, sementara kartu kuning hanya diberikan apabila keterlambatan tersebut dinilai berlebihan.

Perubahan lainnya berkaitan dengan penanganan pemain cedera yang diatur dalam Law 5 tentang The Referee.

Pemain yang mendapat penanganan medis di lapangan dalam kondisi tertentu harus meninggalkan lapangan dan baru dapat kembali setelah satu menit sejak permainan dimulai kembali.

Ketentuan tersebut berlaku ketika pertandingan dihentikan karena pemain benar-benar mengalami cedera atau diduga cedera, kemudian wasit memberikan sinyal kepada tim medis untuk masuk ke lapangan.

Aturan yang sama diterapkan jika wasit menanyakan apakah pemain membutuhkan bantuan medis di lapangan dan pemain tersebut menyatakan membutuhkan pertolongan.

Aturan mengenai lemparan ke dalam dan tendangan gawang juga mendapatkan ketentuan baru dalam Law 15 dan Law 16.

Jika wasit menilai tim yang memperoleh bola mati sengaja mengulur waktu, wasit dapat memberikan peringatan sebelum memulai hitungan mundur selama lima detik secara visual.

Apabila waktu tersebut habis, konsekuensinya berbeda sesuai jenis bola mati yang dilakukan.

Keterlambatan dalam melakukan lemparan ke dalam membuat hak lemparan berpindah kepada lawan, sedangkan keterlambatan saat melakukan tendangan gawang akan menghasilkan tendangan sudut untuk tim lawan.

Update VAR

Pada penggunaan VAR, perubahan tercantum dalam Law 5 dan tetap menempatkan teknologi tersebut untuk membantu wasit pada situasi tertentu.

VAR dapat digunakan ketika terjadi kesalahan yang jelas dan nyata atau insiden serius yang terlewatkan dalam situasi gol atau tidak gol, penalti atau tidak penalti, kartu merah, serta salah identitas pemain.

VAR juga dapat mengoreksi pemberian tendangan sudut yang jelas-jelas salah apabila keputusan tersebut bisa diubah dengan segera dan tanpa menunda dimulainya kembali pertandingan.

Kesimpulannya, koreksi hanya dilakukan apabila prosesnya dapat berlangsung cepat dan tidak mengganggu kelanjutan permainan.

Aspek keselamatan pemain turut mendapat perhatian melalui Law 4 tentang Players’ Equipment.

Barang atau aksesori yang bisa membahayakan pemain maupun lawan tetap dilarang. Sedangkan aksesori tertentu hanya diperbolehkan apabila ditutup dengan aman menggunakan plester atau tape.

Cincin polos dapat digunakan karena tidak memiliki bagian yang dianggap membahayakan, sementara cincin berukir atau memiliki bagian yang menonjol tidak diperbolehkan.

Sementara, untuk kalung yang harus tertutup rapat di balik jersey diperbolehkan, sedangkan kalung yang terlihat di luar jersey dilarang.

Ketentuan mengenai advantage atau keuntungan turut mengalami penyesuaian dalam Law 12 tentang Fouls and Misconduct. Kartu kuning tidak diberikan untuk pelanggaran Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity (DOGSO) jika wasit menerapkan advantage dan tim yang dirugikan lalu berhasil mencetak gol.

Perubahan Lainnya

Ketentuan tersebut juga berlaku ketika seorang pemain gagal menghentikan terciptanya gol menggunakan tangan atau lengannya, tetapi wasit memilih menerapkan advantage dan gol tetap tercipta.

Dalam kondisi tersebut, kartu kuning untuk pelanggaran tersebut tidak diberikan karena hasil akhir permainan telah memberikan keuntungan kepada tim yang dirugikan.

Perilaku pemain ketika berkomunikasi dengan lawan juga menjadi bagian dari aturan yang mendapat penekanan.

Pemain, pemain pengganti, maupun pemain yang sudah digantikan dapat dikenai kartu merah jika menutup mulut ketika berkomunikasi dengan lawan dalam situasi yang bersifat provokatif, mengejek, atau sengaja memancing emosi.

Namun, ketentuan tersebut tidak berlaku apabila komunikasi dilakukan dalam suasana ramah dan tanpa konflik. Artinya, konteks komunikasi menjadi bagian penting dalam menilai tindakan pemain ketika berbicara dengan lawan sambil menutup mulut.

Poin terakhir berkaitan dengan penekanan mengenai serious foul play atau pelanggaran keras yang turut menjadi bagian dari materi tambahan dari Piala Dunia 2026.

Penggunaan kekuatan berlebihan yang melampaui batas kebutuhan atau membahayakan keselamatan lawan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran serius.

Pemain yang melakukan serious foul play dengan menggunakan kekuatan berlebihan dan membahayakan keselamatan lawan harus dikeluarkan dari pertandingan dengan kartu merah.

Related Articles

Back to top button