Sepak bola

PSSI pantau talenta pesepak bola putri dari HSL 2026

DKI Jakarta – PSSI memantau talenta muda dari Hydroplus Soccer League (HSL) 2025/2026 sebagai bagian dari upaya memperluas basis pemain sepak bola putri Negara Indonesia untuk keperluan regu nasional.

Anggota Komite Eksekutif PSSI Vivin Cahyani Sungkono mengutarakan kompetisi dengan format liga seperti Hydroplus Soccer League mempunyai peran penting akibat memberi kesempatan bagi pemain putri usia muda untuk menunjukkan kualitas secara konsisten sepanjang musim.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya terhadap Hydroplus Soccer League juga Djarum Foundation yang tersebut sudah ada menghasilkan kegiatan ini bermetamorfosis menjadi nyata. Kita tiada bisa jadi memungkiri kompetisi khusus putri sangat jarang lalu ini dimulai dengan sangat baik,” kata Vivin pada informasi resmi yang tersebut diterima dalam Jakarta, Sabtu.

Menurut Vivin, kompetisi yang dimaksud memiliki korelasi erat dengan perkembangan sepak bola putri nasional akibat dapat bermetamorfosis menjadi salah satu wadah untuk menemukan pemain berbakat bagi regu nasional.

“Sudah ada beberapa yang dimaksud sudah ada kita monitor kemudian beberapa yang telah bergabung dalam timnas U17. Kami berharap makin sejumlah pemain yang digunakan kita temukan serta ajak bergabung baik dalam timnas kategori junior maupun senior,” ujar Vivin.

Rangkaian Hydroplus Soccer League 2025/2026 sudah pernah menyelesaikan seluruh kompetisi regional setelahnya DKI Jakarta menjadi kota terakhir penyelenggaraan, menyusul Surabaya, Bandung, kemudian Kudus.

Dari Lokal Jakarta, Cipta Cendikia Football Academy berubah jadi juara kategori U15 dengan torehan 90 poin, sedangkan Putri JP Ibukota menjuarai kategori U18 dengan koleksi 54 poin. Kedua kelompok tak terkalahkan sepanjang kompetisi yang dimaksud berlangsung di GSport Jagorawi Soccer Arena, Bogor, Jawa Barat, sejak Oktober 2025 hingga Juni 2026.

Program Director Hydroplus Soccer League Teddy Tjahjono mengemukakan Wilayah Ibukota memiliki partisipan terbanyak jika dibandingkan tiga regional lain, dengan 16 grup U15 lalu 10 regu U18. Ia memandang kualitas permainan para kontestan terus meningkat sebab mereka mendapatkan jam berlaga secara rutin pada format liga.

“Dari segi kualitas kami meninjau dari pekan pertama sampai pada waktu ini sangat terpencil meningkat. Menjalani kompetisi liga selama kurang tambahan enam bulan tentu bukanlah hal yang tersebut mudah,” kata Teddy.

Teddy mengemukakan Bakti Olahraga Djarum Foundation berupaya menghadirkan jalur pembinaan yang mana berjenjang bagi pesepak bola putri melalui sebagian kompetisi, mulai dari MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025/2026, Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026, hingga Srikandi Merdeka Cup.

“Kami berupaya menghadirkan jalur pembinaan yang jelas bagi atlet putri. Harapannya para pemain mendapatkan pengalaman kompetitif yang digunakan berjenjang sehingga mampu mengembangkan bakat serta kemampuan mereka itu secara optimal,” ujar Teddy.

Hydroplus Soccer League All-Stars 2025/2026 akan dijalankan di Kudus pada 5-12 Juli dengan mempertemukan juara juga runner-up U15 juga U18 dari empat regional, yakni Surabaya, Bandung, Kudus, serta Jakarta.

Dari Jakarta, Cipta Cendikia Football Academy juga Putri Tangsel City mewakili kategori U15, sedangkan Putri JP Ibukota Indonesia lalu Putri Tangsel City berubah jadi duta kategori U18.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di web web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles

Back to top button