Media Massa Korea Selatan sebut STY segera tangani Persija DKI Jakarta

Ibukota Indonesia – Media Massa Korea Selatan menyebutkan jikalau pembimbing Shin Tae-yong (STY) akan segera ditunjuk untuk menangani klub BRI Super League Persija DKI Jakarta musim 2026/2027.
Dikutip dari newsworker.co.kr, Jumat, STY diproyeksikan sebagai substitusi ahli jika Brasil Mauricio Souza yang tersebut kontraknya tidaklah diperpanjang.
STY dikabarkan sudah ada menjalin komunikasi dengan Persija Ibukota Indonesia sejak April berikutnya serta ia masih membuka segala kemungkinan terbuka.
Dinilai STY terbuka dengan opsi untuk menangani Persija Ibukota akibat kekuatan finansial yang digunakan dimiliki grup berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Selain itu, Persija Ibukota juga disponsori salah satu perusahaan otomotif selama Korea Selatan Hyundai yang mana sanggup turut mengupayakan berlabuhnya STY.
Keunggulan utama lainnya adalah Persija Ibukota Indonesia pada waktu ini dipenuhi dengan "murid kesayangan" yang dimaksud penting untuk mengendalikan tim juga menerapkan taktik.
Persija Ibukota Indonesia diperkuat oleh peserta kunci yang digunakan pernah diandalkan oleh mantan manajer pasukan nasional STY di masa lalu, seperti Rizki Ridho kemudian Witan Sulaeman.
Lebih terpencil lagi, dengan pemain muda berbakat seperti Doni Tri Pamungkas, yang meraih kemenangan penghargaan Pemain Muda Terbaik musim lalu, regu ini dianggap sebagai pasukan yang dimaksud paling siap untuk mengakomodasi filosofi taktik unik STY dengan cepat serta sempurna.
Namun, penunjukan Shin Tae-yong sebagai manajer belum 100% terkonfirmasi. Salah satu kandidat kuat untuk kedudukan tersebut, Luciano Leandro, mantan legenda klub, pada waktu ini berada di dalam Ibukota Indonesia juga sedang dipertimbangkan.
Dengan harapan pada kalangan penggemar lokal yang terbagi antara pendukung Shin Tae-yong juga Luciano, ketegangan kekal tinggi hingga klub menghasilkan pengumuman resmi terakhir.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



