Sepak bola

5 Statistik yang Membuktikan Bruno Fernandes Layak Jadi PFA Player of the Year 2026

Nagabolanews – Bruno Fernandes meraih PFA Player of the Year untuk pertama kalinya dalam kariernya. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi luar biasa sang kapten Manchester United sepanjang musim.

Kemenangan Fernandes memang menarik karena Manchester United tidak menjadi juara Premier League. Namun, performa individu gelandang asal Portugal itu menghadirkan angka yang sulit diabaikan.

Fernandes mencatatkan 21 assist sekaligus memecahkan rekor assist dalam semusim Premier League. Ia juga menjadi pemain dengan penciptaan peluang terbanyak, baik di kompetisi domestik maupun lima liga top Eropa.

Statistik tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Fernandes tidak hanya terlihat dari jumlah gol dan assist. Ia menjadi pusat kreativitas Manchester United sekaligus salah satu pemain paling produktif dalam menciptakan peluang sepanjang musim.

21 Assist, Rekor Baru Premier League

Angka paling mencolok dari performa Fernandes adalah 21 assist dalam satu musim Premier League. Torehan tersebut melewati rekor Kevin De Bruyne pada 2019/2020 dan Thierry Henry pada 2002/2003 yang sama-sama mencatat 20 assist.

Konsistensi Fernandes dalam memberikan umpan terakhir membuat kontribusinya sangat menonjol. Sejak penghargaan Playmaker of the Season diperkenalkan pada 2018, hanya lima pemain yang mampu mencapai sedikitnya 15 assist dalam satu musim.

Rekor tersebut semakin berarti karena Fernandes bermain dalam tim dengan kualitas lini depan yang tidak setara dengan skuad Manchester City atau Arsenal pada era terbaiknya. Artinya, produktivitas assist Fernandes tidak semata-mata ditopang oleh keberadaan penyerang elite.

Pencipta Peluang dengan Selisih Mencolok

Kontribusi Fernandes sebenarnya jauh lebih besar daripada 21 assist. Ia menciptakan 136 peluang sepanjang musim, hampir dua kali lipat dibandingkan Dominik Szoboszlai yang berada di posisi kedua dengan 78 peluang.

Jika dihitung berdasarkan menit bermain, Fernandes menghasilkan sekitar empat peluang per 90 menit. Szoboszlai sebagai pemain terdekat hanya mencatat 2,2 peluang per 90 menit.

Selisih tersebut memperlihatkan betapa dominannya Fernandes dalam membangun serangan Manchester United. Ia bukan hanya menyelesaikan serangan dengan assist, tetapi juga menjadi sumber utama terciptanya peluang.

Masuk 2 Besar G+A Premier League

Fernandes juga memberikan kontribusi langsung melalui gol. Ia mencetak sembilan gol sehingga mengoleksi total 30 kontribusi gol atau G+A sepanjang musim.

Catatan tersebut menempatkannya di posisi kedua dalam daftar G+A Premier League. Hanya Erling Haaland yang berada di atasnya dengan 35 G+A, hasil dari 27 gol dan delapan assist.

Jarak antara Fernandes dan pemain lain juga menunjukkan konsistensinya. Igor Thiago dan Antoine Semenyo berada di belakang dengan masing-masing 21 G+A, sementara Bryan Mbeumo menjadi pemain Manchester United berikutnya yang masuk daftar pada posisi ke-14.

Kreativitas Fernandes Melampaui Premier League

Dominasi Fernandes dalam menciptakan peluang tidak berhenti di kompetisi Inggris. Ia mencatatkan 133 peluang dan menjadi pemain dengan penciptaan peluang terbanyak di antara pemain dari lima liga top Eropa.

Fernandes unggul 38 peluang atas David Raum dari RB Leipzig yang berada di posisi kedua. Bahkan Michael Olise, yang mendapat banyak pujian sepanjang musim, hanya mencatatkan 80 peluang.

Data tersebut memperkuat gambaran bahwa kreativitas Fernandes berada pada level elite. Produktivitasnya dalam menciptakan peluang menjadi salah satu alasan mengapa penghargaan PFA tersebut sulit diperdebatkan.

Umpan Terobosan Jadi Senjata Utama

Keberanian Fernandes bermain progresif juga terlihat dari catatan umpan terobosannya. Ia menghasilkan 39 umpan terobosan sukses di Premier League, unggul 10 umpan dari Rayan Cherki yang berada di posisi kedua.

Statistik tersebut menarik karena Fernandes bermain dalam peran yang sangat ofensif. Meski demikian, ia tetap mampu menghasilkan umpan progresif dalam jumlah tinggi untuk membuka pertahanan lawan.

Sebagai pembanding, Adam Wharton yang memiliki peran lebih defensif hanya mencatatkan 21 umpan terobosan dan berada di posisi keempat.

Related Articles

Back to top button