Sepak bola

AC Milan Bisa Meledak Bersama Ruben Amorim: Bukan Pelatih Biasa!

Nagabolanews – AC Milan mengawali era Ruben Amorim dengan kemenangan 2-1 atas Torino pada laga perdana Serie A 2026/2027. Hasil tersebut langsung memunculkan optimisme terhadap proyek baru Rossoneri bersama pelatih asal Portugal tersebut.

Performa Milan juga mendapat perhatian Emiliano Viviano, mantan penjaga gawang Timnas Italia. Ia menilai keputusan Milan menunjuk Amorim merupakan langkah tepat untuk membangun tim yang kompetitif.

Viviano terutama terkesan dengan keberanian Amorim memberikan kepercayaan kepada pemain muda. Menurutnya, sang pelatih mampu mengubah strategi dan pendekatan tim secara signifikan ketika pertandingan berlangsung.

Kemenangan atas Torino menjadi panggung bagi Alphadjo Cisse untuk mencetak gol pembuka. Namun, bagi Viviano, karakter Cisse ketika menghadapi tekanan justru lebih menarik daripada gol yang dicetaknya.

Viviano Puji Amorim: Milan Punya Pelatih Kuat

Amorim langsung menunjukkan kemampuannya ketika membawa Milan mengalahkan Torino 2-1. Viviano menilai perubahan pendekatan permainan yang dilakukan sang pelatih merupakan indikasi awal bahwa Milan memiliki sosok yang tepat di bangku cadangan.

“Milan telah memilih pelatih yang kuat. Sekilas mungkin tampak seperti pelatih biasa saja yang datang, tetapi ia sudah menunjukkan kemampuannya melakukan hal-hal luar biasa,” ujar Viviano.

Menurut Viviano, kemampuan mengubah strategi secara total dalam sebuah pertandingan bukan pekerjaan sederhana. Amorim dinilai mampu melakukannya dengan baik, sekaligus berani memberikan kesempatan kepada pemain muda seperti Cisse.

“Tidak mudah untuk mengubah strategi dan pendekatan tim dalam pertandingan secara total, namun ia melakukannya dengan baik. Saya sangat menghargai keputusannya memainkan Cisse. Saya sangat terkesan dengan sosok Amorim,” kata Viviano.

Cisse dan Ramos Dapat Sorotan Positif

Cisse menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam kemenangan Milan di Turin. Viviano tidak hanya melihat kualitas teknis sang pemain muda, tetapi juga mentalitasnya ketika menghadapi kritik dari rekan setim.

“Kualitasnya jelas terlihat, namun yang membuat saya terkesan adalah bagaimana ia merespons kritik rekan setimnya dengan menunjukkan karakter kuat, bagaimana ia menghadapinya di lapangan, dan bagaimana ia mengambil tanggung jawab,” ujarnya.

Viviano juga memberikan pembelaan kepada Goncalo Ramos meski penyerang tersebut mendapat penilaian terendah di antara pemain inti Milan. Menurutnya, kontribusi Ramos tidak semata-mata dapat diukur dari kualitas penyelesaian akhir.

“Penyelesaian akhirnya memang agak kurang maksimal, tetapi ia adalah pemain yang bekerja keras—ia mampu menahan bola, berduel, dan terus berlari,” katanya.

Related Articles

Back to top button