Blogteknologi

Dompet Kripto Coldcard Dibobol, Hacker Gondol 1.367 Bitcoin Senilai Triliunan Rupiah

Pasar kripto kembali diguncang kasus pencurian aset kripto dalam jumlah besar.
Kali ini, target serangan adalah Coldcard, hardware wallet khusus Bitcoin buatan perusahaan Kanada, Coinkite.
Saat ini, tercatat 1.367 Bitcoin (BTC) senilai sekitar 88,6 juta dollar AS (sekitar Rp 1,6 triliun) dicuri dari ribuan dompet digital pengguna.
Nilai tersebut dihitung menggunakan kurs Rp 18.029 per dollar AS ketika berita ini ditulis, hari ini, Senin (3/8/2026).
Kasus ini terungkap dari hasil pelacakan firma riset Galaxy Research yang dipublikasikan melalui serangkaian unggahan (thread) di akun X @glxyresearch.

Menurut tim Galaxy Research, hingga kini serangan telah berlangsung dalam tiga gelombang dan menguras dana dari 4.585 alamat e-wallet Bitcoin.

Galaxy Research menjelaskan bahwa gelombang pertama terjadi pada 30 Juli, ketika pelaku menguras setidaknya 1.083 BTC dari 1.196 alamat Bitcoin. Semua dilakukan dalam waktu 41 menit.
Jika dihitung, rata-rata setiap korban kehilangan hampir 1 BTC, dan setiap transaksi hanya menyasar satu korban. Dana hasil pencurian dikumpulkan ke sejumlah alamat penampung yang sama.
Baca juga: Perusahaan Bimbel Online Bangkrut gara-gara ChatGPT
Gelombang kedua menggunakan pola serupa. Sementara pada gelombang ketiga yang terdeteksi Minggu (2/8/2026) dini hari, hacker mencuri tambahan sekitar 207,7 BTC dari 1.912 alamat.
Berbeda dengan sebelumnya, kali ini rata-rata saldo korban jauh lebih kecil, yakni sekitar 0,1 BTC per dompet.
Galaxy Research menilai hal ini menunjukkan pelaku mulai mengincar dompet bernilai kecil setelah menguras target dengan saldo besar.
Baca juga: Threads Sesumbar Dapat 1 Juta Pengguna Baru Tiap Hari
Metode serangan juga berubah. Jika sebelumnya seluruh aset dikirim ke beberapa alamat penampung yang sama, kini setiap dompet korban dikirim ke alamat tujuan berbeda. Kemungkinan agar lebih sulit dipetakan atau dilacak.

Selain itu, satu transaksi kini dapat menggabungkan rata-rata enam korban sekaligus, berbeda dengan gelombang pertama yang hanya memproses satu korban dalam setiap transaksi.
Galaxy Research belum dapat memastikan apakah ketiga gelombang dilakukan oleh pelaku yang sama. Namun, masing-masing gelombang dinilai memiliki pola yang konsisten.

Menurut Galaxy Research, akar masalah berasal dari firmware Coldcard yang dirilis pada Maret 2021.
Saat itu, perangkat mengalami bug yang membuat proses pembuatan seed phrase, yaitu rangkaian 12 atau 24 kata yang berfungsi sebagai “kunci utama” untuk mengakses dan memulihkan dompet Bitcoin, tidak dibuat menggunakan sumber angka acak yang paling aman.
Normalnya, Coldcard memanfaatkan hardware random number generator (RNG), yakni fitur khusus di dalam chip perangkat yang menghasilkan angka benar-benar acak dari proses fisik.
Karena benar-benar acak, seed phrase yang dihasilkan nyaris mustahil ditebak.
Namun akibat bug tersebut, perangkat justru menggunakan pseudo-random number generator (PRNG), yaitu sistem pembuat angka acak berbasis perangkat lunak.
Meski sekilas tampak acak, angka yang dihasilkan sebenarnya mengikuti pola tertentu sehingga lebih mudah diprediksi jika diketahui cara kerjanya.

Akibatnya, jumlah kemungkinan seed phrase yang bisa dihasilkan menjadi jauh lebih sedikit dibanding seharusnya.
Dengan daya komputasi yang cukup besar, hacker dapat mencoba seluruh kemungkinan seed phrase tersebut secara offline.
Setelah menemukan kandidat yang pas, mereka tinggal mencocokkannya dengan alamat Bitcoin yang tersedia secara publik di blockchain, tanpa perlu menyentuh atau meretas perangkat korban secara langsung.
Galaxy Research mengatakan proses pencarian seluruh kemungkinan seed phrase tersebut masih berlangsung. Artinya, serangan diperkirakan masih dapat berlanjut hingga seluruh kemungkinan kunci dipindai pelaku.
Menanggapi insiden tersebut, Coinkite telah merilis firmware darurat untuk seluruh model Coldcard yang terdampak.

Namun, perusahaan menegaskan bahwa memperbarui firmware tidak otomatis membuat seed phrase lama menjadi aman, karena seed tersebut sudah terlanjur dibuat menggunakan firmware yang bermasalah.
Karena itu, pengguna yang membuat dompet menggunakan firmware dari sekitar Maret 2021 disarankan membuat seed phrase baru setelah memperbarui firmware, lalu segera memindahkan seluruh Bitcoin ke dompet baru yang menggunakan seed phrase tersebut.

Insiden ini memicu perpindahan aset Bitcoin dalam jumlah besar. Menurut data CryptoQuant, transaksi Bitcoin dengan nilai di bawah 1 BTC mencapai 39.600 BTC dalam sehari. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak kebangkrutan bursa kripto FTX pada November 2022.
Kepala Riset CryptoQuant, Julio Moreno, menilai lonjakan tersebut menunjukkan banyak pengguna segera memindahkan aset mereka ke dompet Bitcoin baru setelah mengetahui adanya celah keamanan pada Coldcard, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari CoinDesk dan Binance.

Related Articles

Back to top button