teknologi

Gunung Anak Krakatau Erupsi Berulang, Badan Geologi Ungkap Sejumlah Bahaya

Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dan erupsi berulang sejak Jumat (4/9). Badan Geologi Kementerian ESDM menyebut kondisi tersebut dipicu aktivitas magmatik yang masih dinamis, ditandai suplai magma dan gas yang terus berlangsung. Meski frekuensi letusan meningkat, masyarakat diminta tidak panik karena erupsi yang sering tidak otomatis menandakan akan terjadi letusan yang lebih besar.

Badan Geologi mengingatkan sejumlah potensi bahaya di sekitar kawah dan tubuh gunung, mulai dari lontaran material pijar, batuan vulkanik, abu vulkanik, gas berkonsentrasi tinggi, hingga aliran material erupsi. Aktivitas Anak Krakatau juga masih berpotensi berfluktuasi atau meningkat karena gempa frekuensi rendah, hibrid, harmonik, dan tremor masih terekam oleh instrumen pemantauan.

Hingga kini, waktu dan besaran erupsi berikutnya belum dapat diprediksi secara pasti. Karena itu, pemantauan aktivitas vulkanik dilakukan secara berkelanjutan untuk mendeteksi setiap perubahan. Masyarakat, wisatawan, dan nelayan diminta mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan serta tidak mendekati kawasan kawah Gunung Anak Krakatau.

Related Articles

Back to top button