Invasi Suporter di Piala Dunia 2026: Skotlandia Jadi yang Paling Fanatik

Piala Dunia 2026 bukan hanya menjadi ajang persaingan antarnegara di lapangan, tetapi juga pertarungan antarsuporter dalam menunjukkan dukungan langsung kepada tim kesayangan mereka. Di antara semua negara peserta, Skotlandia tampil sebagai yang paling mencuri perhatian.
Setelah kembali tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 28 tahun, ribuan suporter Skotlandia membanjiri kota-kota tuan rumah di Amerika Utara. Data pemesanan penerbangan menunjukkan lonjakan hingga 1.000 persen dari Inggris menuju kota-kota penyelenggara seperti Boston dan Miami, dengan mayoritas penumpang adalah pendukung Skotlandia.
Tak hanya di tribun, performa tim juga ikut membakar semangat para penggemar. Skotlandia membuka turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Haiti dan menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Di belakang Skotlandia, Jerman juga menunjukkan dukungan besar dengan kenaikan perjalanan sebesar 100 persen. Antusiasme itu sejalan dengan performa impresif tim yang mengawali turnamen lewat kemenangan telak 7-1 atas Curacao.
Sementara itu, pendukung Turki, Portugal, dan Prancis juga mencatat peningkatan perjalanan yang signifikan. Di luar Eropa, Maroko menjadi salah satu negara dengan lonjakan antusiasme tertinggi hingga maskapai nasionalnya menambah ribuan kursi penerbangan ke Amerika Utara.

Sebaliknya, tidak semua negara mengalami euforia yang sama. Spanyol mencatat penurunan pemesanan penerbangan sebesar 26 persen karena banyak pendukung memilih menyaksikan pertandingan melalui zona fan festival di dalam negeri. Tren serupa juga terjadi pada Swiss dan Norwegia.
Sorotan utama: Jika ada trofi untuk suporter paling loyal sejauh ini, Skotlandia layak menjadi kandidat terdepan. Setelah menunggu hampir tiga dekade untuk kembali ke panggung dunia, para penggemarnya memastikan kehadiran mereka terasa di setiap sudut Piala Dunia 2026. ![]()
![]()
![]()




