Nyetir Sambil Mabuk, Jose Mourinho Semprot Raul Asencio: Memalukan!

nagabolanews – Manajer Real Madrid, Jose Mourinho murka mengetahui sang bek, Raul Asencio baru-baru ini membuat tindakan indisipliner. Ia kecewa berat melihat kelakuan sang bek tersebut.
Baru-baru ini, Asencio terlibat urusan dengan aparat hukum Spanyol. Ia diketahui menyetir mobil dalam kondisi mabuk di daerah Gran Canaria baru-baru ini.
Menurut laporan kepolisan setempat, sang bek mabuk dengan kadar alkohol empat kali lipat dari kadar normal. Alhasil ia mendapatkan denda sebesar 14 ribu euro plus SIM-nya disita untuk delapan bulan ke depan.
Jose Mourinho mengaku kecewa berat mengetahui perilaku sang bek tersebut. “Saya benar-benar tidak senang dengan tindakan Raul Asencio,” ujar Mourinho baru-baru ini.
- Sosok Pekerja Keras

Menurut Mourinho, bek muda Los Blancos itu sebenarnya sosok yang pekerja keras. Ia selalu memberikan yang terbaik ketika berlatih bersama skuad Los Blancos.
Itulah mengapa Mourinho kecewa berat mendengar Asencio melakukan tindakan yang melanggar hukum dan juga membahayakan keselamatan sang pemain.
“Dia (Asencio) sosok yang sangat profesional, dan tidak ada yang berlatih sekeras dia,” sambung pelatih asal Portugal itu.
- Rusak Reputasi

Menurut Mourinho, tindakan yang dilakukan Asencio itu tidak bisa dibenarkan apapun alasannya. Ia menilai tidak seharusnya seorang pemain profesional berkendara dalam kondisi mabuk.
Itulah mengapa ia kecewa berat dengan kelakukan Asencio yang ia nilai tidak hanya merusak reputasi sang pemain tetapi juga merusak reputasi Real Madrid sebagai sebuah klub.
“Dia (Asencio) adalah pemain Real Madrid, baik di dalam maupun di luar lapangan. Apa yang ia lakukan ini tentu merusak image klub, dan itulah mengapa saya bilang saya tidak senang dengan kelakukannya itu,” pungkas sang pelatih.
- Bakal Dicadangkan?

Real Madrid sendiri akan kembali beraksi di La Liga pada akhir pekan ini. Mereka akan menyambangi markas Real Betis dalam waktu dekat ini.
Jose Mourinho kemungkinan besar akan mencadangkan Asencio di laga ini sebagai bentuk hukuman atas kelakuannya tersebut.
Sumber: Fabrizio Romano



