olahragaSepak bola

Crystal Palace Sepakat Pinjam Axel Disasi dari Chelsea, Bek Prancis Jadi Andalan Baru di Lini Belakang

Crystal Palace semakin memperkuat lini pertahanan mereka menjelang bergulirnya musim baru Premier League. Klub asal London Selatan tersebut telah mencapai kesepakatan dengan Chelsea untuk mendatangkan Axel Disasi dengan status pinjaman selama satu musim. Kesepakatan ini menjadi salah satu aktivitas transfer terbaru Palace setelah mereka kehilangan sejumlah pemain penting di sektor pertahanan.

Disasi disebut telah mendapatkan izin untuk menjalani pemeriksaan medis di Crystal Palace sebelum transfer diselesaikan secara resmi. Kesepakatan antara kedua klub mencakup biaya peminjaman, sementara Palace juga akan menanggung gaji sang bek selama berada di Selhurst Park. Dengan demikian, kepindahan tersebut menjadi kesempatan baru bagi Disasi untuk kembali mendapatkan menit bermain reguler di Premier League.

Bek asal Prancis tersebut saat ini berusia 28 tahun dan memiliki pengalaman cukup panjang di sepak bola Inggris. Disasi bergabung dengan Chelsea dari AS Monaco pada 2023 dengan biaya transfer yang dilaporkan mencapai sekitar £38,8 juta. Namun, perjalanannya di Stamford Bridge tidak berjalan sesuai harapan. Persaingan yang ketat serta perubahan dalam struktur tim membuatnya semakin kesulitan mendapatkan tempat di skuad utama.

Dalam beberapa periode terakhir, Disasi bahkan lebih sering dipinjamkan. Setelah sebelumnya menjalani masa peminjaman bersama Aston Villa, ia kemudian memperkuat West Ham United pada paruh kedua musim lalu. Bersama West Ham, Disasi mendapatkan kesempatan tampil dalam 14 pertandingan Premier League. Meskipun West Ham akhirnya terdegradasi, performa Disasi cukup menarik perhatian dan membuatnya tetap diminati klub-klub Premier League.

Kini Crystal Palace menjadi klub berikutnya yang memberikan kesempatan kepada Disasi untuk membuktikan kemampuannya. Keputusan Palace merekrutnya tidak terlepas dari kebutuhan mendesak untuk memperkuat lini belakang setelah kepergian Maxence Lacroix. Menariknya, Lacroix sendiri telah bergabung dengan Chelsea sehingga Palace membutuhkan pemain baru untuk mengisi posisi yang ditinggalkan bek asal Prancis tersebut.

Sebelum mengalihkan perhatian kepada Disasi, Palace sebenarnya sempat mengejar bek Chelsea lainnya, Josh Acheampong. Namun, Chelsea tidak bersedia melepas pemain muda tersebut. Situasi itu membuat Palace kemudian mengarahkan fokus kepada Disasi dan akhirnya berhasil mencapai kesepakatan dengan The Blues.

Bagi Crystal Palace, kedatangan Disasi memberikan tambahan pengalaman yang sangat dibutuhkan. Sang bek memiliki pengalaman bermain di Premier League sekaligus kompetisi Eropa. Kemampuan fisiknya juga dapat menjadi aset penting bagi tim asuhan Pierre Sage, terutama ketika menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi.

Palace memang sedang memasuki fase perubahan. Selain Lacroix, klub juga kehilangan Marc Guéhi yang menjadi salah satu pemain penting mereka dalam beberapa musim terakhir. Kondisi tersebut membuat kedalaman lini pertahanan menjadi salah satu perhatian utama manajemen. Palace sebelumnya juga telah menambah pemain bertahan seperti Takehiro Tomiyasu dan Oscar Mingueza, sehingga kedatangan Disasi semakin memperkaya pilihan di lini belakang.

Menariknya, transfer Disasi terjadi di tengah aktivitas Palace yang cukup sibuk di bursa transfer. Klub tersebut juga harus menghadapi ketertarikan Manchester City terhadap gelandang muda mereka, Adam Wharton. Namun, Palace telah memberikan sikap tegas bahwa Wharton tidak dijual pada musim panas ini. Manchester City telah melakukan pendekatan, tetapi Palace menolak untuk melepas pemain berusia 22 tahun tersebut.

Keputusan mempertahankan Wharton sekaligus mendatangkan Disasi menunjukkan bahwa Palace tidak sekadar berusaha mempertahankan pemain inti, tetapi juga ingin membangun skuad yang kompetitif. Musim ini menjadi periode penting bagi Palace karena mereka akan menghadapi tantangan tambahan setelah mendapatkan kesempatan tampil di kompetisi Eropa.

Bagi Disasi sendiri, masa peminjaman di Palace menjadi kesempatan penting untuk menghidupkan kembali kariernya di Inggris. Ia sebelumnya kesulitan mendapatkan tempat di Chelsea dan bahkan tidak mendapatkan nomor skuad untuk musim 2026/27. Situasi tersebut membuat kepindahan menjadi pilihan terbaik agar sang pemain dapat kembali tampil secara reguler.

Menariknya, Disasi bukan hanya diminati Palace. Sejumlah klub lain juga sempat menunjukkan ketertarikan terhadap pemain tersebut. AC Milan dan AS Roma disebut memantau situasinya, sementara West Ham juga memiliki ketertarikan untuk kembali menggunakan jasanya setelah periode peminjaman sebelumnya. Namun, Palace akhirnya menjadi klub yang paling serius dalam menyelesaikan kesepakatan.

Transfer ini juga memberikan keuntungan bagi Chelsea. Dengan meminjamkan Disasi, The Blues dapat mengurangi beban skuad dan memberikan sang pemain kesempatan mendapatkan menit bermain di klub lain. Chelsea sendiri sedang melakukan perampingan skuad setelah kedatangan sejumlah pemain baru dan perubahan besar dalam komposisi tim.

Untuk Palace, tantangan berikutnya adalah memastikan Disasi dapat segera beradaptasi dengan sistem permainan Pierre Sage. Sang pemain diharapkan mampu memberikan stabilitas, kekuatan duel udara, serta pengalaman kepada lini belakang yang mengalami perubahan besar.

Jika mampu tampil konsisten, Disasi berpeluang menjadi salah satu pemain penting Palace sepanjang musim. Meskipun statusnya hanya sebagai pemain pinjaman, kesempatan tersebut bisa menjadi titik balik bagi kariernya setelah periode sulit bersama Chelsea.

Dengan kesepakatan yang telah tercapai dan proses medis yang segera diselesaikan, Axel Disasi kini semakin dekat untuk mengenakan seragam Crystal Palace. Bagi Chelsea, ini menjadi langkah lanjutan dalam merapikan skuad. Sementara bagi Palace dan Disasi, transfer tersebut menawarkan kesempatan untuk memulai babak baru di Premier League.

Related Articles

Back to top button