Blog

Inter Milan Tak Gentar Hadapi Lawan Berat di Liga Champions 2026/2027

Starting XI Inter Milan saat berhadapan dengan Monza di giornata 1 Serie A 2026/2027 (c) AP Photo/Luca Bruno

Inter Milan mendapatkan tantangan besar pada fase liga Liga Champions 2026/2027. Hasil undian mempertemukan Nerazzurri dengan sejumlah klub papan atas, termasuk Liverpool dan Real Madrid. Meski demikian, manajemen Inter menegaskan bahwa situasi tersebut tidak membuat mereka kehilangan ambisi untuk melangkah jauh.

Giuseppe Marotta menilai Inter tetap memiliki alasan kuat untuk memasang target tinggi. Selain konsisten tampil di Liga Champions, Nerazzurri juga memiliki pengalaman menghadapi persaingan elite Eropa setelah berhasil mencapai dua final dalam empat musim terakhir.

Bertemu Liverpool dan Real Madrid

Skuad Inter Milan merayakan gol Piotr Zielinski ke gawang Monza, Minggu (23/8/2026_ (c) AP Photo/Luca Bruno

Dalam format baru Liga Champions, Inter akan memainkan delapan pertandingan menghadapi delapan lawan berbeda. Empat laga akan berlangsung di kandang dengan Liverpool, Club Brugge, Shakhtar Donetsk, dan VfB Stuttgart sebagai lawan.

Sementara itu, empat pertandingan tandang akan mempertemukan Inter dengan Real Madrid, Borussia Dortmund, Feyenoord, serta Slovan Bratislava.

Laga menghadapi Real Madrid juga menjadi pertandingan yang menarik perhatian karena Inter akan kembali berhadapan dengan Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal tersebut memiliki sejarah penting bersama Nerazzurri setelah pernah membawa klub meraih treble pada 2010.

Marotta menyebut keikutsertaan Inter di Liga Champions untuk musim kesembilan secara beruntun menunjukkan konsistensi klub dalam menjaga level kompetitifnya di Eropa.

Inter Tetap Punya Target Tinggi

Pemain Inter Milan merayakan gol John Stones pada laga uji coba pramusim lawan Real Betis. (c) Dok. Inter Milan/@Inter

Inter juga melakukan sejumlah perubahan pada skuad untuk menghadapi musim baru. Curtis Jones, Djed Spence, dan John Stones menjadi beberapa nama yang didatangkan untuk meningkatkan kualitas serta pengalaman tim.

Marotta menjelaskan bahwa keputusan transfer tersebut dibuat berdasarkan evaluasi tim teknis dengan mempertimbangkan kualitas dan pengalaman yang dimiliki para pemain.

Meski belum kembali mengangkat trofi Liga Champions sejak 2010, perjalanan Inter dalam beberapa musim terakhir menjadi modal penting. Dua kali mencapai final dalam empat musim terakhir menunjukkan bahwa Nerazzurri masih mampu bersaing dengan klub-klub terbaik Eropa.

Karena itu, Marotta menegaskan Inter tidak ingin sekadar menjadi peserta. Klub asal Milan tersebut tetap ingin menjaga ambisi dan percaya diri menghadapi perjalanan panjang di kompetisi elite Eropa.

Namun, Marotta juga menyadari bahwa format baru Liga Champions membuat persaingan semakin sulit diprediksi. Performa tim lain akan sangat menentukan perjalanan setiap klub hingga fase akhir.

Bagi Inter, undian berat bukan alasan untuk menyerah. Nerazzurri justru ingin membuktikan bahwa mereka memiliki kualitas dan mentalitas untuk bermimpi meraih kesuksesan besar di Liga Champions 2026/2027.

Related Articles

Back to top button