Spanyol tolak terlibat pada misi militer NATO dalam Selat Hormuz

Kota Moskow – Spanyol tidak ada akan mengambil bagian di operasi militer apa pun dalam Selat Hormuz yang tersebut dapat menyebabkan eskalasi lebih besar lanjut dalam kawasan tersebut, kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares pada Selasa.
"Kami tiada akan mengambil bagian pada tindakan apa pun yang digunakan dapat berarti eskalasi. Dan yang terpenting, kami pikir tidak ada ada solusi militer untuk krisis ini," kata Albares pada sebuah wawancara dengan Financial Times.
Menlu Spanyol itu menyampaikan hal yang dimaksud di mana ditanya pada wawancara tentang apakah negara itu akan bergabung dengan misi NATO untuk mengamankan Selat Hormuz apabila Negeri Paman Sam lalu Iran gagal mencapai kesepakatan damai.
Sebelumnya pada Mei, para menteri pertahanan dari sekitar 40 negara di koalisi untuk membuka blokade Selat Hormuz mengadakan pembicaraan, yang dipimpin oleh Inggris serta Prancis.
Pernyataan bersatu yang dimaksud dihasilkan mengutarakan bahwa misi dari koalisi pertahanan yang disebutkan akan melengkapi proses diplomatik untuk menyelesaikan konflik AS-Iran.
Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat lalu negeri Israel melancarkan serangan terhadap target ke Iran, di antaranya dalam Teheran, yang dimaksud menyebabkan kerusakan juga korban sipil.
Iran merespons dengan menyerang wilayah negara Israel dan juga infrastruktur militer Negeri Paman Sam pada Timur Tengah.
Kemudian pada April lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan untuk surat kabar The Telegraph bahwa ia penting mempertimbangkan pencabutan diri dari NATO pasca aliansi pertahanan itu menolak untuk membantu pada konflik dengan Iran, kemudian mengatakan aliansi yang dimaksud sebagai "macan kertas".
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI dalam laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



