Iran peringatkan tanah Israel agar bukan mengebom Beirut

Teheran – Markas Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran pada Hari Senin (1/6) menyampaikan peringatan tanah Israel agar tiada mengebom Beirut, ibu kota Lebanon, serta Distrik Dahieh di Beirut selatan, demikian dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA.
Dalam sebuah pernyataan, komando itu memberi peringatan warga di tanah Israel utara dan juga permukiman militer dalam wilayah Palestina yang dimaksud diduduki agar melakukan pemindahan jikalau serangan negeri Israel terus berlanjut.
Pernyataan itu menuding Awal Menteri tanah Israel Benjamin Netanyahu terus melakukan "tindakan jahat" dalam kawasan Asia Barat dengan melontarkan ancaman akan mengebom Beirut dan juga Dahieh.
Pada Hari Senin (1/6) yang sama, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyampaikan kegelisahan melawan pelanggaran gencatan senjata yang digunakan berulang kali dikerjakan negara Israel di Lebanon, pengungsian warga Lebanon yang dimaksud terus berlangsung dan juga dukungan urusan politik kemudian militer Amerika Serikat (AS) terhadap Israel.
Dalam panggilan telepon dengan Utama Menteri Jepun Sanae Takaichi, Presiden Iran menuturkan kegagalan Negeri Paman Sam pada memenuhi komitmennya lalu tindakan destabilisasi tanah Israel sudah mengakibatkan beraneka tantangan terhadap proses diplomatik.
Pezeshkian menyatakan bahwa Iran berikrar menyelesaikan ketegangan regional melalui dialog juga diplomasi.
Netanyahu serta Menteri Perlindungan negeri Israel negeri Israel Katz pada Hari Senin (1/6) memaparkan di sebuah pernyataan dengan bahwa merek telah dilakukan memerintahkan militer agar menyerang pinggiran selatan Beirut, sebagai respons melawan "pelanggaran" yang digunakan berulang kali dijalankan Hizbullah terkait gencatan senjata ke Lebanon dengan melancarkan serangan terhadap kota-kota di negara Israel utara.
Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim pada Hari Senin (1/6) melaporkan Teheran telah terjadi menghentikan pembicaraan juga pertukaran draf usulan dengan Amerika Serikat via mediasi sebagai bentuk mengkritik terhadap tindakan negara Israel dalam Lebanon.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan pada platform web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



