Sepak bola

Hizbullah sebut gencatan senjata sepihak tak akan bertahan di dalam Lebanon

Istanbul – Anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengutarakan pada Awal Minggu bahwa tiada ada gencatan senjata yang mana “sepihak” yang akan bertahan pada Lebanon dan juga menegaskan bahwa tiada akan ada “kembali” ke situasi yang dimaksud berlaku sebelum 2 Maret.

Berbicara dengan stasiun televisi Al-Manar yang dimaksud berafiliasi dengan Hizbullah, Fadlallah mengutarakan bahwa sikap Lebanon ketika ini berfokus pada gencatan senjata menyeluruh, di darat, udara, dan juga laut, sebagai langkah yang mana diperlukan untuk menyokong evakuasi pasukan negara Israel juga memungkinkan kembalinya warga yang dimaksud mengungsi ke desa mereka.

Ia menyatakan bahwa sikap yang dimaksud telah dilakukan disampaikan terhadap semua pihak lalu harus mencakup komitmen tanah Israel yang “jelas serta eksplisit”, juga penghentian penghancuran rumah-rumah pada Lebanon selatan.

Fadlallah menambahkan bahwa Hizbullah akan mematuhi setiap perjanjian pasca negara Israel berjanji untuk melaksanakannya, sambil menegaskan bahwa kelompok yang dimaksud bukan akan menerima kepatuhan sepihak terhadap gencatan senjata.

Menurut Fadlallah, tekanan dari Iran dan juga ancaman untuk menangguhkan perundingan turut berkontribusi pada pembaharuan arah perkembangan situasi.

Pernyataan yang disebutkan muncul setelahnya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengemukakan pada Awal Minggu bahwa negeri Israel dan juga Hizbullah sudah pernah setuju untuk menghentikan serangan satu sejenis lain pasca adanya kontak melalui pihak-pihak perantara.

Trump menyatakan ia telah terjadi melakukan komunikasi melalui perantara dengan kedua belah pihak dan juga menerima jaminan bahwa semua tembakan akan dihentikan.

Israel terus melancarkan serangan ke Lebanon meskipun gencatan senjata yang dimaksud mulai berlaku pada 17 April telah lama disepakati, serta kemudian diperpanjang selama 45 hari setelahnya perundingan tiada secara langsung yang digunakan dimediasi oleh Amerika Serikat.

Menurut Kementerian Kesejahteraan Lebanon, lebih lanjut dari 3.400 khalayak sudah pernah tewas pada serangan sejak 2 Maret.

Sumber: Anadolu

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Teknologi AI pada laman web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.

Related Articles

Back to top button