PBB sambut upaya diplomatik redakan ketegangan Timur Tengah

Istanbul – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Hari Senin (1/6) menyambut upaya diplomatik intensif pada menit-menit terakhir yang tersebut berkemungkinan mengurangi memburuknya konflik di kawasan Timur Tengah akibat serangan negara Israel ke Lebanon.
“Kami menyambut laporan yang digunakan baru diterima hari ini bahwa upaya diplomatik yang digunakan intens kemungkinan besar mulai membuahkan hasil serta dapat menjaga dari eskalasi lebih lanjut lanjut,” kata Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Afrika, Departemen Urusan Politik lalu Pembangunan Damai dan juga Operasi Kedamaian PBB, Martha Ama Akyaa Pobee.
Berbicara pada sidang darurat Dewan Keselamatan PBB mengenai Lebanon, Pobe mengingatkan bahwa perkembangan di dalam lapangan menunjukkan eskalasi yang mana berbahaya serta mengkhawatirkan.
Hal itu dapat secara segera merusak kesepahaman penghentian permusuhan yang mana diinformasikan Amerika Serikat pada 16 April, juga menggerus upaya diplomatik yang mana rapuh untuk meredakan situasi.
Dengan menyoroti peluang dampak regional yang mana mengkhawatirkan, Pobee mengutip laporan pernyataan dari Teheran yang digunakan mengatakan bahwa “sebagai respons terhadap situasi dalam Lebanon, Iran akan menangguhkan dialog dengan Amerika Serikat, memblokir Selat Hormuz, lalu mengaktifkan beberapa orang front lainnya.”
“Kita harus segera menggandakan upaya untuk menghindari eskalasi lebih lanjut lanjut,” tegas Pobee.
Dia juga mendesak tanah Israel untuk menyita perhatian seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon dengan menghormati kedaulatan lalu integritas teritorial Lebanon sepenuhnya.
Pobee menyambut reuni antara perwakilan militer Lebanon dan juga negeri Israel yang difasilitasi Amerika Serikat ke Washington pada 29 Mei. Dia mengutarakan bahwa pembicaraan lanjutan di tingkat urusan politik dijadwalkan berlangsung pada 2 dan juga 3 Juni.
Menurutnya, PBB siap menyokong beragam upaya diplomatik itu guna mencapai penghentian permusuhan yang tersebut berkelanjutan kemudian dipatuhi sepenuhnya oleh semua pihak dalam lapangan.
Sidang darurat DK PBB itu diajukan oleh Prancis juga mendapat dukungan dari Rusia, China, Denmark, Yunani, Latvia, Inggris, juga Kolombia.
Sumber: Anadolu
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di portal web ini tanpa izin tercatat dari Kantor Berita ANTARA.



