Turkiye: Prospek dialog AS-Iran masih terbuka meskipun ada risiko

Ankara – Risiko gagalnya perundingan antara Amerika Serikat lalu Iran masih permanen ada, di antaranya akibat kebijakan Israel, namun, kesempatan untuk melanjutkan dialog antara kedua pihak juga masih terbuka, kata orang sumber ke pemerintahan Turkiye untuk RIA Novosti, Selasa.
“Tindakan negara Israel kemudian ketegangan yang mana terus berlanjut di kawasan mengakibatkan risiko tambahan bagi serangkaian negosiasi. Meski demikian, para pihak belum kehilangan kesempatan untuk melanjutkan dialog mereka,” kata sumber tersebut.
Sumber itu menambahkan bahwa Turkiye berharap dapat membantu merumuskan formula yang digunakan dapat diterima sama-sama oleh Amerika Serikat lalu Iran dan juga memandang jalur diplomasi sebagai satu-satunya cara untuk mencapai hasil yang tersebut berkelanjutan.
“Masih terlalu dini untuk berbicara mengenai kebuntuan total. Kontak masih terus berlangsung lalu kesempatan untuk menemukan kompromi kekal ada,” ujarnya.
Turkiye juga memperkirakan perundingan antara Amerika Serikat serta Iran akan terus berlanjut meskipun masih terdapat perbedaan pandangan dalam antara kedua pihak, tambah sumber tersebut.
Sebelumnya pada Awal Minggu (1/6) , Kepala Otoritas negara Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan terhadap target yang digunakan diduga terkait kelompok Hizbullah ke pinggiran Beirut, Lebanon.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pelanggaran gencatan senjata dalam Lebanon juga merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata antara Washington serta Teheran.
Pada hari yang sama, setelahnya melakukan pembicaraan dengan Netanyahu dan juga perwakilan Hizbullah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa kelompok Lebanon yang dimaksud juga negara Israel akan menyepakati gencatan senjata.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk Kecerdasan Buatan di dalam laman web ini tanpa izin ditulis dari Kantor Berita ANTARA.



